Perspektif / Kepemimpinan · 5 menit baca
Adopsi AI Lebih Banyak Tertahan di Level Pimpinan
Menurut McKinsey, karyawan sudah memakai AI generatif lebih banyak daripada perkiraan pimpinannya. Tata kelola keputusan yang memakai AI juga belum siap.

Banyak perusahaan menganggap karyawan sebagai penghambat utama adopsi AI. Survei McKinsey dan Deloitte 2025 sampai 2026 menunjukkan gambaran yang berbeda.
Laporan Superagency in the workplace dari McKinsey, berdasarkan survei terhadap 3.613 karyawan dan 238 eksekutif C-level pada Oktober sampai November 2024, menemukan hampir semua perusahaan berinvestasi di AI, tetapi hanya 1% pemimpin yang menyebut perusahaannya sudah matang.1
pemimpin yang menyebut perusahaannya sudah matang dalam penerapan AI.
Sumber [1]karyawan lebih mungkin sudah memakai AI generatif dibanding dugaan pimpinannya.
Sumber [1]eksekutif yang merasa mengelola AI dengan baik dalam pengambilan keputusan, padahal 60% sudah memakainya.
Sumber [2]pemimpin merasa organisasinya belum siap memakai AI dalam operasi sehari-hari.
Sumber [3]Pimpinan memperkirakan pemakaian AI lebih rendah dari kenyataan
Para eksekutif puncak dalam survei itu memperkirakan hanya 4% karyawan yang memakai AI generatif untuk sedikitnya 30% pekerjaan hariannya. Padahal, karyawan tiga kali lebih mungkin sudah memakainya dibanding dugaan pimpinannya. Sementara itu 92% perusahaan berencana menambah investasi AI dalam tiga tahun ke depan, dan 47% eksekutif puncak menilai organisasinya terlalu lambat mengembangkan dan meluncurkan alat AI generatif.1 McKinsey menyimpulkan hambatan terbesar ada pada para pemimpin yang belum mengarahkan cukup cepat, bukan pada karyawan.1
Pemakaian AI dalam keputusan belum diikuti tata kelola
Deloitte menemukan 60% eksekutif sudah memakai AI dalam pengambilan keputusan, tetapi hanya 5% yang merasa mengelolanya dengan baik.2 Survei McKinsey 2026 menambahkan, 86% pemimpin merasa organisasinya belum siap memakai AI dalam operasi sehari-hari.3
Pandangan Nusva Advisory
Menurut kami, pekerjaan rumahnya ada di arsitektur keputusan: siapa memutuskan apa, dengan data apa, dan siapa yang memeriksa hasil AI sebelum dipakai. Kewenangan, alur persetujuan, dan tanggung jawab atas keputusan yang dibantu AI perlu ditetapkan secara tertulis, sama seperti keputusan lainnya.
Responden survei Superagency sebagian besar berada di Amerika Serikat. Data Deloitte dan McKinsey 2026 berasal dari survei global.
Sumber
- McKinsey & Company. Superagency in the workplace: Empowering people to unlock AI's full potential, 28 Januari 2025. Survei 3.613 karyawan dan 238 eksekutif C-level, Oktober sampai November 2024, sebagian besar di Amerika Serikat. Buka sumber ↗
- Deloitte. 2026 Global Human Capital Trends, siaran pers 4 Maret 2026. Buka sumber ↗
- McKinsey & Company. The State of Organizations 2026. Survei Juni sampai September 2025, 10.018 eksekutif senior di 15 negara dan 16 industri. Buka sumber ↗
Foto ilustrasi buatan AI.