Kalkulator / Analisis beban kerja (WLA) · 5 menit baca

Berapa Orang yang Sebenarnya Dibutuhkan Tim Anda?

Pertanyaan ini sering dijawab dengan perasaan atau perbandingan dengan perusahaan lain. Analisis beban kerja menjawabnya dari pekerjaan yang benar-benar dilakukan, tugas demi tugas, lalu menghitung kebutuhan orang hari ini dan setelah sistem baru berjalan.

Jumlah orang yang tepat bukan angka yang ditebak. Angka itu bisa diturunkan dari daftar aktivitas setiap jabatan, berapa kali aktivitas itu terjadi dalam setahun, dan berapa lama setiap kejadiannya.

Di Indonesia, analisis beban kerja punya tempat yang jelas dalam standar kompetensi nasional bidang manajemen SDM.1 Urutannya tiga langkah: uraian jabatan dulu, lalu analisis beban kerja, lalu kebutuhan SDM. Karena berurutan, angka kebutuhan orang bisa ditelusuri balik sampai ke tugas yang membentuknya.

7

langkah kertas kerja, dari posisi dan aktivitas sampai dampak sistem baru.

Metode Nusva Advisory
0,78

faktor efektivitas bawaan: 22% jam tersedia disisihkan untuk jeda dan hambatan wajar.

Bisa diubah per perusahaan
2

responden wawancara per aktivitas sebelum durasinya dianggap terverifikasi.

Metode Nusva Advisory
70%

jam kerja terverifikasi sebelum angka dianggap layak diputuskan.

Bisa diubah per perusahaan

Cara kerjanya

Setiap jabatan diuraikan menjadi aktivitas. Untuk pekerjaan back office, beban dihitung dari volume setahun dikali menit per kejadian, lalu dibagi jam efektif satu orang. Hasilnya adalah FTE, beban kerja dalam satuan orang penuh waktu. Kebutuhan ideal memakai beban sekitar 100%, sedangkan batas bawah memakai ambang beban berlebih dan hanya layak sementara.

Durasi tidak diambil dari satu orang. Wawancara dengan minimal dua pemegang jabatan dipakai sebagai median, dan volume diambil dari data sistem bila tersedia. Selama sebagian besar jam kerja belum terverifikasi, angkanya ditandai sebagai taksiran.

Sebelum dan sesudah sistem baru

Saat perusahaan mengganti HRIS atau memasang HCMS baru, pertanyaannya bergeser: pekerjaan mana yang hilang, mana yang berkurang, dan pekerjaan baru apa yang muncul. Nexa WLA mencatat dampak itu per aktivitas, bisa membaca dokumen spesifikasi sistem (PRD) sebagai bahan usulan, lalu menyusun rencana transisi per kuartal beserta biayanya dalam rupiah.

Pandangan Nusva Advisory

Selisih antara jumlah orang hari ini dan kebutuhan setelah sistem baru adalah kapasitas untuk dialihkan dan dilatih ulang, bukan daftar pengurangan karyawan. Rencana yang baik mendahulukan pengurangan alami dan pengalihan, dan memisahkan penghematan yang terjadi tanpa melepas siapa pun dari penghematan yang bersyarat.

Akses Nexa WLA diberikan per proyek. Akun demo memakai data fiktif Arunika Group untuk latihan; angkanya bukan patokan untuk perusahaan Anda.

Nexa WLA

Masuk ke kertas kerja analisis beban kerja

Gunakan akun yang diberikan tim Nusva Advisory untuk proyek Anda. Belum punya akses? Hubungi kami untuk demo atau proyek.

Sumber

  1. Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 149 Tahun 2020 tentang Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia bidang Manajemen Sumber Daya Manusia.