Organization & Business Transformation AdvisoryOrganization & Business Transformation Advisory

Strategi Hanya Berjalan Jika Organisasinya SiapStrategy Only Works When the Organization Is Ready

Struktur, peran, proses, dan sistem SDM yang dirancang untuk strategi Anda.Structure, roles, process and HR systems designed around your strategy.

Foto ilustrasi buatan AIAI-generated illustrative photo

Organization Effectiveness DiagnosticOrganization Effectiveness Diagnostic

Bagan resmi dan cara kerja sehari-hari jarang sama.The official chart and day-to-day work rarely match.

Tekan tombol pada bagan contoh. Garis berwarna menunjukkan pola yang sering kami temukan di lapangan: jalan pintas di luar struktur, persetujuan yang berlapis, dan pekerjaan yang tidak punya pemilik.Use the toggle on the example chart. The coloured lines show patterns we often find on the ground: shortcuts outside the structure, layered approvals and work with no owner.

Diagnostic kami memetakan pola seperti ini dari data perusahaan Anda sendiri, lalu menghitung dampaknya bagi bisnis.Our diagnostic maps patterns like these from your own company data, then calculates their business impact.

Pelajari diagnosticAbout the diagnostic →
FIG. 00
PT Contoh Tbk · ilustrasiExample Co · illustrative
CEODir. OperasiOps DirectorDir. KeuanganFin. DirectorDir. KomersialComm. DirectorGudangWarehousePengadaanProcurementAkuntansiAccountingPajakTaxPenjualanSalesMarketingStaf gudangWH staffStaf beliBuyersStaf pajakTax staffData pelangganCustomer data order lewat WhatsApporders via WhatsApp 7x persetujuan7 approvals jalan pintasshortcut tanpa pemilikno owner
0jalur di luar baganpaths outside the chart
0titik macetbottleneck
0pekerjaan tanpa pemilikwork with no owner

Bagan resmi perusahaan contoh.The example company's official chart.

Dari lapanganFrom the field

Keluhan yang sering kami dengar, dan apa yang biasanya ada di baliknyaComplaints we often hear, and what usually lies behind them

Keluhan di ruang direksi jarang salah. Penyebabnya yang sering berbeda dari dugaan awal.Boardroom complaints are rarely wrong. The cause is often different from the first guess.

Pelajari diagnosticAbout the diagnostic →
01

Kita kurang orang.We need more people.

Yang biasanya kami temukanWhat we usually find

Beban kerjanya tidak merata. Ada tim yang kewalahan, ada yang longgar. Jumlah orangnya sering kali sudah cukup.The workload is uneven. Some teams are overloaded, others have slack. Total headcount is often already enough.

Langkah kamiOur approach

Menghitung beban kerja per tugas, lalu membagi ulang pekerjaan sebelum rekrutmen baru dibuka.Measure workload task by task, then redistribute work before any new hiring is approved.

Hitung biaya karyawanCalculate employee cost
02

Manajer kita tidak berani mengambil keputusan.Our managers won't make decisions.

Yang biasanya kami temukanWhat we usually find

Kewenangan mereka tidak pernah ditetapkan secara tertulis, sehingga keputusan kecil pun tetap dibawa ke direksi.Their authority was never set down in writing, so even small decisions still go to the board.

Langkah kamiOur approach

Memetakan alur keputusan dan menyusun ulang matriks kewenangan berdasarkan nilai transaksi dan tingkat risikonya.Map the decision flow and rebuild the authority matrix by transaction value and risk level.

Hitung biaya lama persetujuanCalculate slow-approval cost
03

Sistemnya yang bermasalah.The system is the problem.

Yang biasanya kami temukanWhat we usually find

Prosesnya tidak dirancang ulang sebelum sistem dipasang, jadi masalah lama ikut pindah ke sistem baru.The process was not redesigned before the system went in, so the old problems moved into the new system.

Langkah kamiOur approach

Memetakan proses yang dijalankan sehari-hari, menyederhanakannya, baru kemudian memilih atau membangun sistemnya.Map the process as it runs day to day, simplify it, and only then choose or build the system.

Digital HR & AI TransformationDigital HR & AI Transformation
04

Biaya gaji kita terlalu besar.Our payroll is too high.

Yang biasanya kami temukanWhat we usually find

Lapisan manajemennya lebih banyak dari yang dibutuhkan bisnis seukuran itu, dan rantai persetujuannya ikut memanjang.There are more management layers than a business of that size needs, and the approval chain has grown with them.

Langkah kamiOur approach

Menghitung rentang kendali dan jumlah lapisan, lalu merancang struktur yang lebih ramping dengan kendali yang tetap terjaga.Measure spans of control and layers, then design a leaner structure that keeps control intact.

Organization Strategy & EffectivenessOrganization Strategy & Effectiveness
05

Karyawan sekarang tidak loyal.Employees today aren't loyal.

Yang biasanya kami temukanWhat we usually find

Jalur kariernya tidak jelas. Karyawan yang bagus keluar karena tidak melihat peluang naik di dalam perusahaan.Career paths are unclear. Good people leave because they see no way up inside the company.

Langkah kamiOur approach

Menyusun arsitektur jabatan dan jalur karier yang mudah dipahami karyawan, lalu menghubungkannya dengan rencana suksesi.Build a job and career architecture employees can understand, and link it to succession planning.

Hitung biaya turnoverCalculate turnover cost
Perspektif terbaruLatest insights

Mengapa Nusva Advisory?Why Nusva Advisory?

Kami menggarap organisasi dengan empat instrumen dalam satu penugasan: human capital, proses, data, dan teknologi.We work on organizations with four instruments in one engagement: human capital, process, data and technology.

Ceritakan kondisi organisasi Anda. Tim kami akan menghubungi Anda untuk diskusi awal.Tell us about your organization. Our team will contact you for an initial discussion.Hubungi kamiContact us

Perspektif terbaruLatest insights

Ringkasan riset WEF, firma konsultan global, dan jurnal internasional 2025 sampai 2026. Setiap angka disertai tautan ke sumber aslinya.Summaries of 2025 to 2026 research from WEF, global consulting firms and international journals. Every figure links to its original source.

Semua perspektifAll insights →

Dua Pertiga Eksekutif Menilai Organisasinya Terlalu RumitTwo Thirds of Executives Say Their Organizations Are Too Complex

Survei McKinsey 2026 terhadap 10.018 eksekutif senior menunjukkan kerumitan organisasi sudah disadari secara luas. Tulisan ini membahas cara mengukurnya di perusahaan Anda.McKinsey's 2026 survey of 10,018 senior executives shows organizational complexity is widely recognized. This piece looks at how to measure it in your company.

McKinsey & CompanyDeloitte
StrukturStructure · 6 menitmin
CEO · COO

Sebelum Memangkas Karyawan, Periksa Rancangan PekerjaannyaBefore Cutting Headcount, Check How the Work Is Designed

Data Deloitte 2025 menunjukkan manajer menghabiskan hampir 40% waktunya untuk masalah harian dan urusan administratif. Ini perlu diperiksa sebelum menghitung ulang kebutuhan orang.Deloitte's 2025 data shows managers spend nearly 40% of their time on daily problems and administration. That is worth checking before recounting headcount.

DeloitteSvanström, J
Desain organisasiOrganization design · 6 menitmin
CEO · CFO · CHRO

AI Mengubah Isi Pekerjaan Sebelum Mengubah Struktur OrganisasiAI Changes the Work Before It Changes the Org Chart

WEF memperkirakan hampir 40% keterampilan kerja berubah sampai 2030. Riset di The Quarterly Journal of Economics menunjukkan kelompok pekerja yang paling cepat merasakan dampaknya.WEF expects nearly 40% of job skills to change by 2030. Research in The Quarterly Journal of Economics shows which workers feel it first.

World Economic ForumBrynjolfsson, EDeloitte
AI & pekerjaanAI & work · 7 menitmin
CEO · CHRO · CIO

Langkah berikutnyaNext step

Diskusikan kondisi organisasi Anda dengan kamiDiscuss your organization with us

Tim Nusva Advisory akan menghubungi Anda untuk menjadwalkan diskusi awal.The Nusva Advisory team will contact you to schedule an initial discussion.

Hubungi KamiGet in Touch

LayananServices / Diagnostic

Organization Effectiveness Diagnostic

Kami menilai organisasi Anda dari lima sisi: strategi, struktur, tenaga kerja, kinerja, dan teknologi. Setiap temuan disertai bukti dari data perusahaan, dampaknya bagi bisnis, dan keputusan yang kami sarankan.We assess your organization from five angles: strategy, structure, workforce, performance and technology. Every finding comes with evidence from company data, its business impact and the decision we recommend.

TemuanFinding

Dua prioritas strategi belum punya kapabilitas penopang.Two strategic priorities have no supporting capability.

BuktiEvidence

Kanal digital dipegang satu orang; tidak ada pemimpin lapis dua di tiga fungsi inti.Digital channel rests on one person; no second-line leader in three core functions.

DampakImpact

Target ekspansi bergantung pada orang yang sama yang menjaga operasi hari ini.The expansion target depends on the same people keeping today's operation alive.

KeputusanDecision

Bangun kapabilitas lebih dulu, baru buka kota baru. Target ekspansinya tidak perlu diturunkan.Build capability first, then open new cities. The expansion target can stay.

TemuanFinding

Tiga manajer punya bawahan langsung kurang dari tiga; satu manajer memegang lebih dari dua belas.Three managers have fewer than three direct reports; one holds more than twelve.

BuktiEvidence

Data posisi dan garis pelaporan, dicocokkan dengan beban kerja aktual.Position and reporting-line data, reconciled with actual workload.

DampakImpact

Lapisan yang tidak perlu memperlambat keputusan dan menaikkan biaya manajemen.Unneeded layers slow decisions and raise management cost.

KeputusanDecision

Gabungkan dua unit kecil, pecah satu unit yang terlalu besar. Jumlah orang tetap.Merge two small units, split the one that is too large. Headcount unchanged.

TemuanFinding

Tim penjualan kelebihan beban, tim administrasi kekurangan. Jumlah orangnya cukup, sebarannya yang tidak merata.Sales is overloaded and admin is underused. Headcount is sufficient; the distribution is uneven.

BuktiEvidence

Analisis beban kerja berbasis tugas, divalidasi dengan sampel pengamatan.Task-based workload analysis, validated with observation samples.

DampakImpact

Permintaan tambahan orang di penjualan bisa dipenuhi dari dalam perusahaan.The request for more salespeople can be met from inside the company.

KeputusanDecision

Pindahkan pekerjaan administratif penjualan ke tim administrasi. Tidak ada rekrutmen baru.Move sales admin work to the admin team. No new hires.

TemuanFinding

Biaya tenaga kerja naik delapan kuartal berturut-turut; pendapatan per FTE datar.Labour cost rose eight quarters in a row; revenue per FTE stayed flat.

BuktiEvidence

Laporan keuangan dan data kepegawaian, disandingkan per kuartal.Financial statements and HR data, aligned by quarter.

DampakImpact

Kenaikan pendapatan tergerus oleh kenaikan biaya tenaga kerja. Laporan HR biasa tidak menampilkan hal ini.Revenue growth is eaten up by rising labour cost. Standard HR reports do not show this.

KeputusanDecision

Kaitkan insentif manajer dengan produktivitas unit yang dipimpinnya.Tie manager incentives to the productivity of the unit they lead.

TemuanFinding

ERP sudah ada, tapi empat dari tujuh tahap pengadaan berjalan di luar sistem.The ERP exists, but four of seven procurement steps run outside it.

BuktiEvidence

Pemetaan proses aktual, bukan prosedur tertulis, pada 30 transaksi terakhir.Mapping of the actual process, not the written procedure, on the last 30 transactions.

DampakImpact

Waktu pengadaan panjang dan datanya tidak bisa dipercaya untuk perencanaan.Procurement is slow and its data cannot be trusted for planning.

KeputusanDecision

Sederhanakan matriks kewenangan dulu, baru otomatisasi alur persetujuannya.Simplify the authority matrix first, then automate the approval flow.

Contoh ilustratif, bukan data klienIllustrative, not client dataL1 / L5
D1Effectiveness ReportKondisi organisasi dan faktor penghambatnya.Condition and what holds it back.
D2Design BlueprintStruktur, kewenangan, pembagian fungsi.Structure, authority, functions.
D3Capability Gap MapKesenjangan orang dan kompetensi.People and competency gaps.
D4Digital & AI MapProses yang layak didigitalisasi dan urutannya.Which processes to digitize, and in what order.
D5Transformation RoadmapUrutan perubahan menurut dampak dan kesiapan.Order of change by impact and readiness.

Coba cek cepat lima lensaTry the five-lens quick check

Delapan pernyataan, sekitar tiga menit. Hasilnya berupa grafik radar dan saran titik mulai.Eight statements, about three minutes. The result is a radar chart and a suggested starting point.

Mulai cek cepatStart the quick check→

LayananServices

Lima Bidang Layanan KamiOur Five Practice Areas

Anda tidak perlu menentukan sendiri apakah yang dibutuhkan job evaluation atau analisis beban kerja. Ceritakan persoalannya, lalu kami usulkan pendekatan yang sesuai.You do not need to decide whether you need job evaluation or workload analysis. Tell us the problem and we will propose the right approach.

S1
Bidang intiCore practice

Organization Strategy & Effectiveness

Struktur, kewenangan, proses, dan jumlah orang yang sesuai dengan strategi perusahaan.Structure, authority, process and headcount that fit the company's strategy.0 instrumen0 instruments

  • Organization diagnostic
  • Organization design
  • Restructuring
  • Business process redesign
  • Job architecture
  • Job evaluation & grading
  • Workload analysis
  • Manpower planning
S2

Talent, Leadership & Succession

Menilai dan menyiapkan pemimpin serta talenta untuk posisi kunci.Assessing and preparing leaders and talent for key positions.0 instrumen0 instruments

  • Talent assessment
  • Leadership assessment
  • Competency framework
  • Career architecture
  • Succession planning
  • Leadership development
S3

Performance & Rewards

Menyambungkan target, penilaian kinerja, dan sistem remunerasi.Connecting targets, performance appraisal and reward.0 instrumen0 instruments

  • Performance management
  • KPI cascading
  • Balanced Scorecard
  • OKR
  • Compensation & benefits
  • Salary structure
  • Pay equity
  • Incentive design
S4

Culture & Organization Development

Mengelola perubahan budaya dan cara kerja sampai menjadi kebiasaan baru.Managing change in culture and ways of working until it becomes habit.0 instrumen0 instruments

  • Culture assessment
  • Change management
  • Leadership alignment
  • OD intervention
  • Ways of working
S5

Digital HR & AI Transformation

Merancang sistem HR, otomatisasi, dan pemanfaatan AI, dimulai dari prosesnya.Designing HR systems, automation and the use of AI, starting with the process.0 instrumen0 instruments

  • HR technology assessment
  • HCMS & HRMS architecture
  • ERP advisory
  • AI readiness
  • AI in HR
  • Workflow automation
  • People analytics

Langkah berikutnyaNext step

Diskusikan kondisi organisasi Anda dengan kamiDiscuss your organization with us

Tim Nusva Advisory akan menghubungi Anda untuk menjadwalkan diskusi awal.The Nusva Advisory team will contact you to schedule an initial discussion.

Hubungi KamiGet in Touch

Cara kerjaHow we work

Lima Tahap dalam Setiap PenugasanFive Stages in Every Engagement

Setiap penugasan melewati tahap yang sama. Kedalaman tiap tahap disesuaikan dengan ukuran dan kebutuhan organisasi Anda.Every engagement goes through the same stages. The depth of each stage depends on the size and needs of your organization.

01

Diagnose

Kami mengumpulkan dan menganalisis data organisasi Anda. Hasilnya berupa daftar temuan, masing-masing dengan buktinya.We collect and analyse your organization's data. The output is a list of findings, each with its evidence.

02

Design

Rancangan struktur, kewenangan, dan model operasi, lengkap dengan beberapa skenario, perkiraan biaya, dan risikonya.A design for structure, authority and operating model, with several scenarios, estimated cost and risks.

03

Develop

Program pengembangan kapabilitas, intervensi organisasi, dan aplikasi bila memang diperlukan.Capability programs, organizational interventions and applications where they are needed.

04

Deploy

Kami mendampingi penerapan di lapangan sampai rancangan baru dijalankan oleh tim Anda.We support implementation on the ground until your team runs the new design.

05

Optimize

Hasilnya diukur dengan indikator bisnis yang disepakati sejak awal penugasan.Results are measured against business indicators agreed at the start of the engagement.

Setiap tahap punya hasil kerja yang jelas dan disetujui bersama sebelum kami lanjut ke tahap berikutnya.Each stage has a clear deliverable that is agreed together before we move to the next one.

Foto ilustrasi buatan AI.AI-generated illustrative photo.

Langkah berikutnyaNext step

Diskusikan kondisi organisasi Anda dengan kamiDiscuss your organization with us

Tim Nusva Advisory akan menghubungi Anda untuk menjadwalkan diskusi awal.The Nusva Advisory team will contact you to schedule an initial discussion.

Hubungi KamiGet in Touch

KalkulatorCalculators

Kalkulator Biaya OrganisasiOrganization Cost Calculators

Masukkan angka perusahaan Anda dan lihat hasilnya saat itu juga. Laporan lengkapnya bisa diunduh sebagai PDF atas nama Anda, termasuk rumus dan sumber aturan yang dipakai.Enter your company's figures and see the result immediately. The full report downloads as a PDF in your name, including the formulas and regulatory sources used.

01
Biaya tenaga kerjaLabour cost

Biaya riil per karyawanTrue cost per employee

Gaji ditambah iuran BPJS, THR, benefit, dan biaya penunjang, per bulan dan per tahun.Salary plus BPJS, THR, benefits and support costs, per month and per year.

02
Proses & kewenanganProcess & authority

Biaya lama persetujuanCost of slow approvals

Jam kerja, rupiah, dan hari tunggu yang habis untuk persetujuan, serta penghematan bila tahapnya dipangkas.Hours, rupiah and waiting days spent on approvals, and the saving from cutting steps.

03
TalentaTalent

Biaya turnoverTurnover cost

Rekrutmen, orientasi, posisi kosong, dan masa adaptasi, dihitung per orang dan per tahun.Recruitment, onboarding, vacancy and ramp-up, per person and per year.

04
DiagnosticDiagnostic

Cek cepat kesiapan organisasiOrganization readiness check

Delapan pernyataan, radar lima lensa, dan titik mulai yang disarankan.Eight statements, a five-lens radar and a suggested starting point.

05
Kewajiban hukumLegal liability

Estimasi kewajiban pesangonSeverance liability estimate

Mengikuti PP 35/2021, per karyawan dan total perusahaan.Following PP 35/2021, per employee and company-wide.

SegeraSoon
06
KeuanganFinance

People P&LPeople P&L

Pendapatan, laba, dan biaya tenaga kerja per karyawan dalam satu lembar.Revenue, profit and labour cost per employee on one page.

SegeraSoon
07
StrukturStructure

Rentang kendali dan biaya lapisanSpan of control and layer cost

Berapa biaya setiap lapisan manajemen yang Anda punya.What each management layer costs you.

SegeraSoon
08
ProduktivitasProductivity

Biaya rapatMeeting cost

Rupiah yang habis di rapat rutin per bulan.Rupiah spent in recurring meetings per month.

SegeraSoon
09
Beban kerjaWorkload

Analisis beban kerja (WLA)Workload analysis (WLA)

Berbasis tugas, untuk menjawab apakah perlu tambah orang.Task-based, to answer whether you need more people.

SegeraSoon

KalkulatorCalculators / Biaya riil per karyawanTrue cost per employee

Berapa Biaya Riil Satu Karyawan?What Does One Employee Really Cost?

Biaya karyawan tidak berhenti di gaji. Kalkulator ini menambahkan iuran BPJS, cadangan THR, benefit, dan biaya penunjang dengan tarif resmi yang berlaku.Employee cost does not stop at salary. This calculator adds BPJS contributions, the THR reserve, benefits and support costs at the official rates.

Angka perusahaan AndaYour company's numbers
Rp
Dasar perhitungan iuran BPJS dan THR.Basis for BPJS contributions and THR.
Rp
Rata-rata, misalnya uang makan atau transport harian.Average, e.g. daily meal or transport money.
Sesuai kelompok risiko lingkungan kerja perusahaan.According to the company's work-environment risk group.
Rp
Asuransi tambahan, makan, transportasi.Extra insurance, meals, transport.
Rp
Ruang kerja, perangkat, lisensi, pelatihan.Workspace, equipment, licences, training.
Untuk menghitung total biaya tahunan.To compute total annual cost.

Unduh laporan PDF atas nama AndaDownload the PDF report in your name

Sumber aturanRegulatory sources
Iuran BPJS Ketenagakerjaan (JHT, JKK, JKM, JP) dan batas upah JP: BPJS Ketenagakerjaan, artikel 17 Des 2025BPJS Ketenagakerjaan contributions (JHT, JKK, JKM, JP) and the JP wage cap: BPJS Ketenagakerjaan, article 17 Dec 2025 · buka sumberopen source
Iuran BPJS Kesehatan pemberi kerja dan batas upahnya: Perpres 64/2020, dirangkum HukumonlineBPJS Kesehatan employer contribution and wage cap: Perpres 64/2020, summarized by Hukumonline · buka sumberopen source
Ketentuan THR: Permenaker No. 6 Tahun 2016, dirangkum Bisnis.comTHR rules: Permenaker No. 6/2016, summarized by Bisnis.com · buka sumberopen source
Pratinjau laporanReport preview · berubah mengikuti isian Andaupdates with your inputsA4

KalkulatorCalculators / Biaya lama persetujuanCost of slow approvals

Berapa Biaya dari Lamanya Persetujuan?What Do Slow Approvals Cost You?

Hitung jam kerja dan biaya yang terpakai untuk proses persetujuan, serta berapa hari keputusan tertunda. Bandingkan hasilnya bila jumlah tahap dikurangi.Calculate the hours and cost spent on approvals and how many days decisions are delayed. Compare the result with fewer steps.

Angka perusahaan AndaYour company's numbers
Misalnya permintaan pembelian, cuti, atau pengeluaran.E.g. purchase requests, leave or expense claims.
Hitung setiap orang yang harus menyetujui.Count every person who must approve.
Waktu penyetuju untuk membaca, memeriksa, dan memutuskan.Approver time to read, check and decide.
Rp
Dipakai untuk menghitung biaya per jam.Used to compute cost per hour.
Dari dokumen masuk sampai disetujui di tahap itu.From arrival to approval at that step.
Setelah matriks kewenangan disederhanakan.After the authority matrix is simplified.

Unduh laporan PDF atas nama AndaDownload the PDF report in your name

Sumber aturanRegulatory sources
Perhitungan upah per jam: PP 35/2021, dirangkum HukumonlineHourly wage rules: PP 35/2021, summarized by Hukumonline · buka sumberopen source
Pratinjau laporanReport preview · berubah mengikuti isian Andaupdates with your inputsA4

KalkulatorCalculators / Biaya turnoverTurnover cost

Berapa Biaya Setiap Karyawan yang Keluar?What Does Each Departure Cost?

Kalkulator ini menjumlahkan biaya rekrutmen, orientasi, posisi kosong, dan masa adaptasi, per orang dan per tahun, dengan angka perusahaan Anda sendiri.This calculator adds up recruitment, onboarding, vacancy and ramp-up costs, per person and per year, using your own numbers.

Angka perusahaan AndaYour company's numbers
Rata-rata dalam setahun.Average over the year.
Semua alasan, sukarela maupun tidak.All reasons, voluntary or not.
Rp
Rp
Iklan, platform, headhunter, waktu wawancara.Ads, platforms, headhunters, interview time.
Rp
Dari karyawan keluar sampai pengganti mulai bekerja.From departure until the replacement starts.
Untuk menghitung nilai satu hari kerja.To value one working day.

Unduh laporan PDF atas nama AndaDownload the PDF report in your name

Pratinjau laporanReport preview · berubah mengikuti isian Andaupdates with your inputsA4

KalkulatorCalculators / Cek cepatQuick check

Seberapa Siap Organisasi Anda?How Ready Is Your Organization?

Beri nilai 1 sampai 4 untuk delapan pernyataan berikut. Nilai 1 berarti tidak sesuai sama sekali, nilai 4 berarti sepenuhnya sesuai dan ada datanya. Jawaban tidak dikirim ke mana pun, semuanya dihitung di perangkat Anda.Rate the following eight statements from 1 to 4. A 1 means not true at all, a 4 means fully true and backed by data. Answers are not sent anywhere; everything is calculated on your device.

Setiap prioritas strategi punya pemilik yang jelas dan kapabilitas yang cukup untuk menjalankannya.Every strategic priority has a clear owner and enough capability to execute it.

Keputusan rutin bisa diambil tanpa naik lebih dari dua tingkat.Routine decisions can be made without escalating more than two levels.

Kami tahu beban kerja aktual tiap fungsi, bukan hanya jumlah orangnya.We know each function's actual workload, not just its headcount.

Pendapatan per FTE dipantau dan dibahas di tingkat direksi.Revenue per FTE is tracked and discussed at board level.

Setiap posisi kunci punya pengganti yang siap dalam 12 bulan.Every key position has a successor ready within 12 months.

Insentif manajer dikaitkan dengan hasil unit yang dipimpinnya.Manager incentives are tied to the results of the unit they lead.

Proses inti dijalankan di dalam sistem, tanpa catatan tambahan di Excel atau WhatsApp.Core processes run inside the system, without side records in Excel or WhatsApp.

Kami sudah memetakan pekerjaan mana yang akan berubah karena AI dalam dua tahun ke depan.We have mapped which work will change because of AI in the next two years.

PerspektifInsights

Perspektif untuk Pimpinan PerusahaanInsights for Company Leaders

Kami merangkum riset terbaru dari World Economic Forum, firma konsultan global, dan jurnal internasional terbitan 2025 sampai 2026, lalu menuliskan implikasinya bagi perusahaan di Indonesia. Setiap angka disertai tautan ke sumber aslinya.We summarize the latest research from the World Economic Forum, global consulting firms and international journals published in 2025 and 2026, and write out what it means for companies in Indonesia. Every figure links to its original source.

Dua Pertiga Eksekutif Menilai Organisasinya Terlalu RumitTwo Thirds of Executives Say Their Organizations Are Too Complex

Survei McKinsey 2026 terhadap 10.018 eksekutif senior menunjukkan kerumitan organisasi sudah disadari secara luas. Tulisan ini membahas cara mengukurnya di perusahaan Anda.McKinsey's 2026 survey of 10,018 senior executives shows organizational complexity is widely recognized. This piece looks at how to measure it in your company.

McKinsey & CompanyDeloitte
StrukturStructure · 6 menitmin
CEO · COO

Sebelum Memangkas Karyawan, Periksa Rancangan PekerjaannyaBefore Cutting Headcount, Check How the Work Is Designed

Data Deloitte 2025 menunjukkan manajer menghabiskan hampir 40% waktunya untuk masalah harian dan urusan administratif. Ini perlu diperiksa sebelum menghitung ulang kebutuhan orang.Deloitte's 2025 data shows managers spend nearly 40% of their time on daily problems and administration. That is worth checking before recounting headcount.

DeloitteSvanström, J
Desain organisasiOrganization design · 6 menitmin
CEO · CFO · CHRO

AI Mengubah Isi Pekerjaan Sebelum Mengubah Struktur OrganisasiAI Changes the Work Before It Changes the Org Chart

WEF memperkirakan hampir 40% keterampilan kerja berubah sampai 2030. Riset di The Quarterly Journal of Economics menunjukkan kelompok pekerja yang paling cepat merasakan dampaknya.WEF expects nearly 40% of job skills to change by 2030. Research in The Quarterly Journal of Economics shows which workers feel it first.

World Economic ForumBrynjolfsson, EDeloitte
AI & pekerjaanAI & work · 7 menitmin
CEO · CHRO · CIO

Adopsi AI Lebih Banyak Tertahan di Level PimpinanAI Adoption Is Held Back More at the Leadership Level

Menurut McKinsey, karyawan sudah memakai AI generatif lebih banyak daripada perkiraan pimpinannya. Tata kelola keputusan yang memakai AI juga belum siap.According to McKinsey, employees already use gen AI more than their leaders estimate. Governance of AI-assisted decisions is not ready either.

McKinsey & CompanyDeloitteMcKinsey & Company
KepemimpinanLeadership · 5 menitmin
CEO · Direksi

Terima perspektif terbaru melalui emailGet the latest insights by email

Dikirim sebulan sekali. Anda bisa berhenti berlangganan kapan saja.Sent once a month. You can unsubscribe at any time.

Terima kasih. Email Anda sudah terdaftar.Thank you. Your email is now registered.Aplikasi email Anda terbuka. Tekan Kirim untuk mendaftar ke contact@nusva.ai.Your email app has opened. Press Send to sign up via contact@nusva.ai.

PerspektifInsights / StrukturStructure · 6 menit bacamin read

Dua Pertiga Eksekutif Menilai Organisasinya Terlalu RumitTwo Thirds of Executives Say Their Organizations Are Too Complex

Survei McKinsey 2026 terhadap 10.018 eksekutif senior menunjukkan kerumitan organisasi sudah disadari secara luas. Tulisan ini membahas cara mengukurnya di perusahaan Anda.McKinsey's 2026 survey of 10,018 senior executives shows organizational complexity is widely recognized. This piece looks at how to measure it in your company.

Banyak direksi merasa organisasinya lebih rumit daripada yang dibutuhkan bisnis. Laporan The State of Organizations 2026 dari McKinsey menunjukkan bahwa sebagian besar eksekutif di dunia merasakan hal yang sama.

Dari 10.018 eksekutif senior di 15 negara dan 16 industri yang disurvei pada Juni sampai September 2025, dua pertiga menilai organisasinya terlalu rumit dan tidak efisien.1 Hanya 30% organisasi yang memindahkan sumber daya di tingkat perusahaan ketika prioritas berubah.1

2/3

pemimpin menilai organisasinya terlalu rumit dan tidak efisien.

Sumber [1]
38%

menyebut struktur organisasi yang kaku sebagai hambatan utama.

Sumber [1]
30%

organisasi yang merealokasi sumber daya di tingkat perusahaan.

Sumber [1]
7%

eksekutif puncak yang merasa sudah membuat kemajuan mengubah fungsi-fungsi tradisional, padahal 66% menilai fungsi itu harus berubah.

Sumber [2]

Bentuk kerumitan dalam organisasi

Kerumitan jarang terlihat di bagan organisasi. Dalam praktik, kerumitan biasanya muncul dalam bentuk lapisan persetujuan yang terus bertambah, rapat koordinasi yang berulang, dan pekerjaan yang dikerjakan oleh dua fungsi sekaligus. Dalam survei yang sama, 38% responden menunjuk struktur yang kaku sebagai hambatan utama, dan angkanya naik menjadi 46% di organisasi dengan lebih dari 30.000 karyawan.1

Deloitte melihat pola serupa dari sisi lain. Dalam Global Human Capital Trends 2026, 66% eksekutif puncak mengatakan fungsi-fungsi tradisional harus berubah, tetapi hanya 7% yang merasa sudah membuat kemajuan ke arah itu.2 Artinya, sebagian besar pimpinan sudah tahu apa yang perlu diubah, tetapi belum banyak yang mulai mengubahnya.

Pandangan Nusva Advisory

Kerumitan bisa diukur. Hitung jumlah lapisan dari CEO sampai garis depan, jumlah tahap persetujuan untuk keputusan rutin, dan berapa banyak pekerjaan yang punya dua pemilik. Ketiga angka ini bisa dihitung dari data yang sudah ada di perusahaan dan menjadi titik awal lensa Structure dalam diagnostic kami. Untuk menghitung biayanya, pakai kalkulator biaya lama persetujuan.

Angka di atas berasal dari survei global, bukan khusus Indonesia. Kami memakainya sebagai gambaran arah dan tidak sebagai patokan untuk perusahaan Anda.

Many boards feel their organization is more complex than the business needs. McKinsey's The State of Organizations 2026 shows that most executives around the world feel the same.

Of 10,018 senior executives across 15 countries and 16 industries surveyed from June to September 2025, two thirds think their organizations are overly complex and inefficient.1 Only 30% of organizations reallocate resources enterprise-wide.1

2/3

leaders think their organizations are overly complex and inefficient.

Source [1]
38%

blame rigid organizational structures as the main obstacle.

Source [1]
30%

of organizations reallocate resources enterprise-wide.

Source [1]
7%

of C-suite leaders say they are making progress changing traditional functions, while 66% say those functions must change.

Source [2]

What complexity looks like

Complexity rarely shows on the org chart. In practice it usually appears as approval layers that keep growing, recurring coordination meetings, and work handled by two functions at once. In the same survey, 38% blame rigid organizational structures as the main obstacle, rising to 46% in organizations with more than 30,000 employees.1

Deloitte sees the same pattern from another angle. In 2026 Global Human Capital Trends, 66% of C-suite leaders say traditional functions must change, yet only 7% say they are making progress toward that goal.2 Most leaders know what needs to change, but few have started changing it.

Nusva Advisory's view

Complexity can be measured. Count the layers from the CEO to the front line, the approval steps for a routine decision, and how much work has two owners. All three can be calculated from data the company already has, and they are where the Structure lens of our diagnostic starts. To put a number on it, use the slow-approval cost calculator.

These figures come from global surveys, not from Indonesia specifically. We use them as direction, not as a benchmark for your company.

SumberSources

  1. McKinsey & Company. The State of Organizations 2026. Survei Juni sampai September 2025, 10.018 eksekutif senior di 15 negara dan 16 industri.McKinsey & Company. The State of Organizations 2026. Survey June to September 2025, 10,018 senior executives across 15 countries and 16 industries. Buka sumber ↗Open source ↗
  2. Deloitte. 2026 Global Human Capital Trends, siaran pers 4 Maret 2026.Deloitte. 2026 Global Human Capital Trends, press release, 4 March 2026. Buka sumber ↗Open source ↗

Foto ilustrasi buatan AI.AI-generated illustrative photo.

PerspektifInsights / Desain organisasiOrganization design · 6 menit bacamin read

Sebelum Memangkas Karyawan, Periksa Rancangan PekerjaannyaBefore Cutting Headcount, Check How the Work Is Designed

Data Deloitte 2025 menunjukkan manajer menghabiskan hampir 40% waktunya untuk masalah harian dan urusan administratif. Ini perlu diperiksa sebelum menghitung ulang kebutuhan orang.Deloitte's 2025 data shows managers spend nearly 40% of their time on daily problems and administration. That is worth checking before recounting headcount.

Ketika biaya tenaga kerja naik lebih cepat dari pendapatan, refleks pertama hampir selalu sama: hitung ulang kebutuhan orang. Data terbaru menunjukkan ada hal lain yang perlu diperiksa lebih dulu, yaitu cara pekerjaan dan peran manajer dirancang.

Deloitte, dalam Global Human Capital Trends 2025, menemukan para manajer menghabiskan hampir 40% waktunya untuk memecahkan masalah hari ini dan urusan administratif, dan hanya 13% untuk mengembangkan orang-orang yang bekerja untuknya.1

Hampir 40%

waktu manajer habis untuk memecahkan masalah hari ini dan urusan administratif.

Sumber [1]
13%

waktu manajer yang dipakai untuk mengembangkan anak buahnya.

Sumber [1]
36%

manajer merasa belum cukup siap menjadi people manager.

Sumber [1]
7%

organisasi yang sudah membuat kemajuan berarti dalam merancang ulang peran manajer, padahal 73% menganggapnya penting.

Sumber [1]

Memperlebar rentang kendali juga ada batasnya

Memperlebar rentang kendali sering dianggap jalan pintas untuk merampingkan organisasi. Sebuah studi yang terbit di jurnal WORK pada 2025 mengikuti manajer lini pertama di satu organisasi layanan kesehatan di Swedia dari 2020 sampai 2023. Rentang kendali yang melebar berkorelasi negatif dengan kepuasan kerja pada sebagian tahun pengamatan (r = -0,289 pada 2021 dan r = -0,334 pada 2023), sementara tuntutan kerja menunjukkan hubungan negatif yang paling konsisten.2

Studi itu bersifat korelasional dan berasal dari satu organisasi, jadi tidak bisa dibaca sebagai aturan umum. Meski begitu, hasilnya sejalan dengan temuan Deloitte di atas. Bila lapisan dipangkas tanpa mengurangi beban administratif, beban tersebut kemungkinan besar berpindah ke manajer yang tersisa.

Pandangan Nusva Advisory

Urutan yang kami sarankan: petakan ke mana waktu manajer pergi, sederhanakan proses dan persetujuan, luruskan kewenangan, baru hitung kebutuhan orang. Sebelum memutuskan, hitung juga biaya riil per karyawan dan biaya turnover Anda.

Data Deloitte berasal dari survei global. Studi WORK dilakukan di satu organisasi layanan kesehatan di Swedia dan bersifat korelasional.

When labour cost rises faster than revenue, the first reflex is almost always to recount the headcount. Recent data points to something to check first: how work and the manager's role are designed.

Deloitte's 2025 Global Human Capital Trends found that managers spend nearly 40% of their time solving today's problems and on administrative tasks, and only 13% developing the people who work for them.1

Hampir 40%

of managers' time goes to solving today's problems and administrative tasks.

Source [1]
13%

of managers' time is spent developing the people who work for them.

Source [1]
36%

of managers say they are insufficiently prepared to be people managers.

Source [1]
7%

of organizations are making great progress reinventing the manager role, while 73% recognize its importance.

Source [1]

Wider spans of control have limits too

Widening spans of control is often treated as a shortcut to a leaner organization. A study published in the journal WORK in 2025 followed first-line managers in one Swedish healthcare organization from 2020 to 2023. Expanded span of control correlated negatively with job satisfaction in some years (r = -0.289 in 2021 and r = -0.334 in 2023), while job demands showed the most consistent negative relationship.2

The study is correlational and covers one organization, so it is not a general rule. Even so, it fits Deloitte's finding above. If layers are removed without reducing administrative load, that load is likely to shift onto the managers who remain.

Nusva Advisory's view

Our suggested order: map where managers' time goes, simplify process and approvals, straighten authority, then count the people. Before deciding, also calculate your true cost per employee and turnover cost.

Deloitte's data comes from a global survey. The WORK study was conducted in one Swedish healthcare organization and is correlational.

SumberSources

  1. Deloitte. 2025 Global Human Capital Trends, siaran pers 24 Maret 2025.Deloitte. 2025 Global Human Capital Trends, press release, 24 March 2025. Buka sumber ↗Open source ↗
  2. Svanström, J., Skytt, B., Lindberg, M., & Lindberg, M. (2025). Expanded span of control, leadership and management performance, work-related stress, and job satisfaction among first-line managers: A repeated cross-sectional study. WORK, 81(3). doi:10.1177/10519815251326470.Svanström, J., Skytt, B., Lindberg, M., & Lindberg, M. (2025). Expanded span of control, leadership and management performance, work-related stress, and job satisfaction among first-line managers: A repeated cross-sectional study. WORK, 81(3). doi:10.1177/10519815251326470. Buka sumber ↗Open source ↗

Foto ilustrasi buatan AI.AI-generated illustrative photo.

PerspektifInsights / AI & pekerjaanAI & work · 7 menit bacamin read

AI Mengubah Isi Pekerjaan Sebelum Mengubah Struktur OrganisasiAI Changes the Work Before It Changes the Org Chart

WEF memperkirakan hampir 40% keterampilan kerja berubah sampai 2030. Riset di The Quarterly Journal of Economics menunjukkan kelompok pekerja yang paling cepat merasakan dampaknya.WEF expects nearly 40% of job skills to change by 2030. Research in The Quarterly Journal of Economics shows which workers feel it first.

Diskusi tentang AI di perusahaan sering berfokus pada jabatan yang akan hilang. Data terbaru menunjukkan bahwa yang lebih dulu berubah adalah tugas dan keterampilan di dalam jabatan.

Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum, yang disusun dari data lebih dari 1.000 perusahaan di 22 industri dan 55 perekonomian, memperkirakan disrupsi setara 22% pekerjaan sampai 2030: 170 juta peran baru tercipta dan 92 juta tergeser, sehingga neto bertambah 78 juta. Hampir 40% keterampilan yang dibutuhkan di pekerjaan diperkirakan berubah.1

22%

pekerjaan akan mengalami disrupsi sampai 2030.

Sumber [1]
170 jt

peran baru tercipta, 92 juta tergeser, neto bertambah 78 juta.

Sumber [1]
+15%

rata-rata masalah terselesaikan per jam setelah agen layanan pelanggan mendapat asisten AI.

Sumber [2]
6%

pemimpin yang merasa sudah membuat kemajuan merancang interaksi manusia dan AI.

Sumber [3]

Rencana pemberi kerja: melatih sekaligus mengurangi

Laporan yang sama mencatat 77% pemberi kerja berencana meningkatkan keterampilan pekerjanya, 41% berencana mengurangi tenaga kerja karena AI mengotomatisasi sebagian tugas, dan separuhnya berencana mengubah arah bisnisnya.1 Kedua rencana ini tampak bertolak belakang, tetapi lebih mudah dipahami bila dilihat per tugas daripada per jabatan.

Pekerja yang paling cepat merasakan dampaknya

Studi Brynjolfsson, Li, dan Raymond di The Quarterly Journal of Economics (2025) mengamati 5.172 agen layanan pelanggan yang mendapat asisten berbasis AI generatif secara bertahap. Produktivitas, diukur dari jumlah masalah yang terselesaikan per jam, naik rata-rata 15%. Pekerja yang kurang berpengalaman dan kurang terampil membaik dari sisi kecepatan dan kualitas, sementara pekerja paling berpengalaman hanya mendapat sedikit tambahan kecepatan dan sedikit penurunan kualitas.2

Dalam studi ini, manfaat terbesar dirasakan oleh pekerja yang pengalamannya masih sedikit. Di sisi lain, Deloitte mencatat hanya 6% pemimpin yang merasa sudah membuat kemajuan dalam merancang interaksi manusia dan AI.3

Pandangan Nusva Advisory

Kami menyarankan memulai dari inventaris tugas. Untuk setiap jabatan kunci, pisahkan tugas yang layak diotomatisasi, yang diperkaya dengan AI, dan yang dipindahkan ke peran lain. Dari situ arsitektur jabatan, jalur karier, dan kebutuhan pelatihan bisa dirancang ulang dengan dasar yang jelas.

Data WEF berasal dari survei pemberi kerja global. Studi QJE dilakukan di satu perusahaan perangkat lunak pada fungsi layanan pelanggan, sehingga besar efeknya bisa berbeda di pekerjaan lain.

Company discussions about AI often focus on which jobs will disappear. Recent data shows that what changes first are the tasks and skills inside each job.

The World Economic Forum's Future of Jobs Report 2025, drawing on data from over 1,000 companies in 22 industries and 55 economies, expects job disruption equal to 22% of jobs by 2030: 170 million new roles created and 92 million displaced, a net increase of 78 million. Nearly 40% of the skills required on the job are set to change.1

22%

of jobs will be disrupted by 2030.

Source [1]
170 jt

new roles created, 92 million displaced, a net gain of 78 million.

Source [1]
+15%

average issues resolved per hour after customer-support agents got an AI assistant.

Source [2]
6%

of leaders say they are making progress designing human-AI interactions.

Source [3]

Employer plans: upskilling and reducing at once

The same report notes that 77% of employers plan to upskill their workers, 41% plan to reduce their workforce as AI automates certain tasks, and half plan to reorient their business.1 These plans look contradictory, but they are easier to understand when viewed task by task rather than job by job.

Who feels it first

Brynjolfsson, Li and Raymond, in The Quarterly Journal of Economics (2025), studied 5,172 customer-support agents given a generative AI assistant in stages. Productivity, measured as issues resolved per hour, rose 15% on average. Less experienced and lower-skilled workers improved in both speed and quality, while the most experienced saw small gains in speed and small declines in quality.2

In this study, the largest gains went to the least experienced workers. Meanwhile Deloitte finds only 6% of leaders say they are making progress designing human-AI interactions.3

Nusva Advisory's view

We suggest starting with a task inventory. For each key role, separate the tasks to automate, the tasks to enrich with AI, and the tasks to move to another role. Job architecture, career paths and training needs can then be redesigned on a clear basis.

WEF data comes from a global employer survey. The QJE study was done in one software firm's customer-support function, so effect sizes may differ in other work.

SumberSources

  1. World Economic Forum. Future of Jobs Report 2025, Januari 2025. Data dari lebih dari 1.000 perusahaan di 22 industri dan 55 perekonomian.World Economic Forum. Future of Jobs Report 2025, January 2025. Data from over 1,000 companies in 22 industries and 55 economies. Buka sumber ↗Open source ↗
  2. Brynjolfsson, E., Li, D., & Raymond, L. (2025). Generative AI at Work. The Quarterly Journal of Economics, 140(2), 889-942. doi:10.1093/qje/qjae044.Brynjolfsson, E., Li, D., & Raymond, L. (2025). Generative AI at Work. The Quarterly Journal of Economics, 140(2), 889-942. doi:10.1093/qje/qjae044. Buka sumber ↗Open source ↗
  3. Deloitte. 2026 Global Human Capital Trends, siaran pers 4 Maret 2026.Deloitte. 2026 Global Human Capital Trends, press release, 4 March 2026. Buka sumber ↗Open source ↗

Foto ilustrasi buatan AI.AI-generated illustrative photo.

PerspektifInsights / KepemimpinanLeadership · 5 menit bacamin read

Adopsi AI Lebih Banyak Tertahan di Level PimpinanAI Adoption Is Held Back More at the Leadership Level

Menurut McKinsey, karyawan sudah memakai AI generatif lebih banyak daripada perkiraan pimpinannya. Tata kelola keputusan yang memakai AI juga belum siap.According to McKinsey, employees already use gen AI more than their leaders estimate. Governance of AI-assisted decisions is not ready either.

Banyak perusahaan menganggap karyawan sebagai penghambat utama adopsi AI. Survei McKinsey dan Deloitte 2025 sampai 2026 menunjukkan gambaran yang berbeda.

Laporan Superagency in the workplace dari McKinsey, berdasarkan survei terhadap 3.613 karyawan dan 238 eksekutif C-level pada Oktober sampai November 2024, menemukan hampir semua perusahaan berinvestasi di AI, tetapi hanya 1% pemimpin yang menyebut perusahaannya sudah matang.1

1%

pemimpin yang menyebut perusahaannya sudah matang dalam penerapan AI.

Sumber [1]
3x

karyawan lebih mungkin sudah memakai AI generatif dibanding dugaan pimpinannya.

Sumber [1]
5%

eksekutif yang merasa mengelola AI dengan baik dalam pengambilan keputusan, padahal 60% sudah memakainya.

Sumber [2]
86%

pemimpin merasa organisasinya belum siap memakai AI dalam operasi sehari-hari.

Sumber [3]

Pimpinan memperkirakan pemakaian AI lebih rendah dari kenyataan

Para eksekutif puncak dalam survei itu memperkirakan hanya 4% karyawan yang memakai AI generatif untuk sedikitnya 30% pekerjaan hariannya. Padahal, karyawan tiga kali lebih mungkin sudah memakainya dibanding dugaan pimpinannya. Sementara itu 92% perusahaan berencana menambah investasi AI dalam tiga tahun ke depan, dan 47% eksekutif puncak menilai organisasinya terlalu lambat mengembangkan dan meluncurkan alat AI generatif.1 McKinsey menyimpulkan hambatan terbesar ada pada para pemimpin yang belum mengarahkan cukup cepat, bukan pada karyawan.1

Pemakaian AI dalam keputusan belum diikuti tata kelola

Deloitte menemukan 60% eksekutif sudah memakai AI dalam pengambilan keputusan, tetapi hanya 5% yang merasa mengelolanya dengan baik.2 Survei McKinsey 2026 menambahkan, 86% pemimpin merasa organisasinya belum siap memakai AI dalam operasi sehari-hari.3

Pandangan Nusva Advisory

Menurut kami, pekerjaan rumahnya ada di arsitektur keputusan: siapa memutuskan apa, dengan data apa, dan siapa yang memeriksa hasil AI sebelum dipakai. Kewenangan, alur persetujuan, dan tanggung jawab atas keputusan yang dibantu AI perlu ditetapkan secara tertulis, sama seperti keputusan lainnya.

Responden survei Superagency sebagian besar berada di Amerika Serikat. Data Deloitte dan McKinsey 2026 berasal dari survei global.

Many companies see employees as the main obstacle to AI adoption. McKinsey and Deloitte surveys from 2025 to 2026 paint a different picture.

McKinsey's Superagency in the workplace, based on a survey of 3,613 employees and 238 C-level executives in October and November 2024, found that almost all companies invest in AI, but just 1% of leaders call their companies mature.1

1%

of leaders call their companies mature in AI deployment.

Source [1]
3x

employees are more likely to be using gen AI than their leaders expect.

Source [1]
5%

of executives say they manage AI in decision-making well, while 60% already use it.

Source [2]
86%

of leaders feel their organizations are not prepared to adopt AI in day-to-day operations.

Source [3]

Leaders underestimate how much AI is already used

C-suite leaders in that survey estimated that only 4% of employees use gen AI for at least 30% of their daily work. In reality, employees are three times more likely to be using it than their leaders expect. Meanwhile 92% of companies plan to increase AI investment over the next three years, and 47% of C-suite leaders say their organizations develop and release gen AI tools too slowly.1 McKinsey concludes the biggest barrier is leaders who are not steering fast enough, not employees.1

AI in decisions has outpaced governance

Deloitte finds 60% of executives use AI in decision-making, but only 5% say they manage it well.2 McKinsey's 2026 survey adds that 86% of leaders feel their organizations are not prepared to adopt AI in day-to-day operations.3

Nusva Advisory's view

In our view, the work lies in the decision architecture: who decides what, with which data, and who checks AI output before it is used. Authority, approval flows and accountability for AI-assisted decisions need to be set down in writing, like any other decision.

Respondents to the Superagency survey were mostly in the United States. Deloitte and McKinsey 2026 data come from global surveys.

SumberSources

  1. McKinsey & Company. Superagency in the workplace: Empowering people to unlock AI's full potential, 28 Januari 2025. Survei 3.613 karyawan dan 238 eksekutif C-level, Oktober sampai November 2024, sebagian besar di Amerika Serikat.McKinsey & Company. Superagency in the workplace: Empowering people to unlock AI's full potential, 28 January 2025. Survey of 3,613 employees and 238 C-level executives, October to November 2024, mostly in the United States. Buka sumber ↗Open source ↗
  2. Deloitte. 2026 Global Human Capital Trends, siaran pers 4 Maret 2026.Deloitte. 2026 Global Human Capital Trends, press release, 4 March 2026. Buka sumber ↗Open source ↗
  3. McKinsey & Company. The State of Organizations 2026. Survei Juni sampai September 2025, 10.018 eksekutif senior di 15 negara dan 16 industri.McKinsey & Company. The State of Organizations 2026. Survey June to September 2025, 10,018 senior executives across 15 countries and 16 industries. Buka sumber ↗Open source ↗

Foto ilustrasi buatan AI.AI-generated illustrative photo.

Tentang kamiAbout us

Konsultan Organisasi yang Ikut Membangun SistemnyaOrganization Consultants Who Also Build the Systems

Nusva Advisory adalah unit konsultasi organisasi dan transformasi bisnis di bawah PT Nusva Digital Talenta.Nusva Advisory is the organization and business transformation consulting unit of PT Nusva Digital Talenta.

Foto ilustrasi buatan AIAI-generated illustrative photo

Kami membantu perusahaan menata struktur, peran, proses, dan sistem SDM supaya organisasi sanggup menjalankan strateginya.We help companies shape structure, roles, process and HR systems so the organization can deliver its strategy.

Yang sedang kami kerjakanWhat we are working on
10

negara dalam satu arsitektur HCMS untuk grup perusahaan multi-entitas. Penugasan masih berjalan dan nama klien dirahasiakan.countries in one HCMS architecture for a multi-entity group. The engagement is ongoing and the client name is confidential.

3

aplikasi yang kami bangun dan operasikan sendiri: Nusva OS, Nusva Kerja, dan Nusva Learning.applications we build and run ourselves: Nusva OS, Nusva Kerja and Nusva Learning.

5

bidang layanan, dari desain organisasi sampai transformasi digital HR dan AI.practice areas, from organization design to digital HR and AI transformation.

PengalamanExperience

Satu arsitektur HCMS untuk grup perusahaan di 10 negaraOne HCMS architecture for a group in 10 countries

Saat ini tim Nusva Advisory memegang peran arsitek HCMS untuk grup perusahaan yang beroperasi di 10 negara dengan banyak entitas hukum. Kami terlibat sejak rancangan awal: struktur data organisasi lintas entitas, alur proses SDM, dan integrasi antarsistem.The Nusva Advisory team is currently the HCMS architect for a group operating in 10 countries across many legal entities. We have been involved since the first blueprint: cross-entity organization data, HR process flows and system integration.

Kami juga membangun dan mengoperasikan Nusva OS untuk operasi bisnis, finance, accounting, dan tax, Nusva Kerja untuk rekrutmen dan penempatan, serta Nusva Learning untuk pengembangan kapabilitas.We also build and run Nusva OS for business operations, finance, accounting and tax, Nusva Kerja for recruitment and placement, and Nusva Learning for capability development.

Prinsip Kerja KamiOur Principles

Tiga prinsip ini berlaku di setiap penugasan, berapa pun ukurannya.These three principles apply to every engagement, whatever its size.

01

Berbasis buktiEvidence first

Setiap rekomendasi kami bisa ditelusuri ke data perusahaan Anda, sampai ke dokumen, transaksi, atau data kepegawaian asalnya. Bila datanya belum ada, kami katakan terus terang dan kami usulkan cara mengumpulkannya.Every recommendation can be traced to your company's data, down to the original document, transaction or HR record. If the data does not exist yet, we say so and propose how to collect it.

02

Independen dalam memilih teknologiIndependent on technology

Kami merekomendasikan teknologi hanya bila nilainya bisa diukur. Pilihannya bisa produk Nusva, platform pihak ketiga, atau pengembangan khusus, tergantung mana yang paling sesuai untuk organisasi Anda.We recommend technology only when its value can be measured. It may be a Nusva product, a third-party platform or custom development, whichever fits your organization best.

03

Keputusan di tangan pimpinanLeaders make the call

Kami memakai AI untuk mengolah data dalam jumlah besar. Penilaiannya dilakukan konsultan, dan keputusan akhirnya tetap diambil oleh pimpinan perusahaan Anda.We use AI to process large volumes of data. Our consultants make the assessment, and your company's leadership makes the final decision.

Bila teknologi diperlukanWhen technology is needed

Rekomendasi kami tidak terikat pada satu produk. Kami bisa merekomendasikan produk Nusva, platform pihak ketiga, atau pengembangan khusus, tergantung kebutuhan organisasi Anda.Our advice is not tied to one product. We may recommend a Nusva product, a third-party platform or custom development, depending on what your organization needs.

Talent acquisition strategy→Nusva Kerja
Learning & capability development→Nusva Learning
Proses bisnis, finance, accounting & taxBusiness process, finance, accounting & tax→Nusva OS
Custom workflow & applications→Pengembangan khususCustom development

Langkah berikutnyaNext step

Diskusikan kondisi organisasi Anda dengan kamiDiscuss your organization with us

Tim Nusva Advisory akan menghubungi Anda untuk menjadwalkan diskusi awal.The Nusva Advisory team will contact you to schedule an initial discussion.

Hubungi KamiGet in Touch

Hubungi kamiContact us

Ceritakan Kebutuhan Organisasi AndaTell Us What Your Organization Needs

Isi formulir ini dan tim Nusva Advisory akan menghubungi Anda. Anda juga bisa menulis langsung ke alamat email di bawah.Fill in this form and the Nusva Advisory team will get in touch. You can also write to the email address below.

contact@nusva.ai

Data yang Anda kirim diatur oleh ketentuan data pribadi kami.Any data you provide is governed by our personal data terms.

Terima kasih.Thank you.

Pesan Anda sudah kami terima. Tim Nusva Advisory akan menghubungi Anda melalui email atau telepon.We have received your message. The Nusva Advisory team will contact you by email or phone.

Satu langkah lagi.One more step.

Aplikasi email Anda terbuka dengan pesan yang sudah terisi. Tekan Kirim untuk mengirimkannya ke contact@nusva.ai. Bila aplikasi email tidak terbuka, kirim langsung ke alamat tersebut.Your email app has opened with the message filled in. Press Send to deliver it to contact@nusva.ai. If no email app opened, write to that address directly.

UU No. 27 Tahun 2022Law No. 27 of 2022

Data Anda diproses atas persetujuan Anda dan bisa ditarik kapan saja.Your data is processed with your consent and can be withdrawn at any time.

Pengendali dataData controller
PT Nusva Digital Talenta, penyelenggara Nusva Advisory.PT Nusva Digital Talenta, operator of Nusva Advisory.
Yang dikumpulkanWhat we collect
Nama, perusahaan, jabatan, email kantor, nomor telepon, jumlah karyawan, topik, dan pesan di formulir.Name, company, position, business email, phone number, company size, topic and the form message.
Untuk apaWhat for
Untuk menghubungi Anda terkait permintaan Anda. Email berkala hanya dikirim bila Anda mencentang pilihan berlangganan. Data tidak dijual kepada pihak lain.To contact you about your request. Periodic emails are sent only if you tick the subscription option. Data is not sold to third parties.
Hak AndaYour rights
Akses, perbaikan, penghapusan, dan penarikan persetujuan lewat contact@nusva.ai.Access, correction, deletion and withdrawal of consent via contact@nusva.ai.